Jakarta, CNN Indonesia — Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) memberikan penghargaan atas komitmen Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang membuka dialog dengan buruh mengenai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Sekretariat Bersama KBPBI pada Jumat, 7 Agustus.
Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan perwakilan KBPBI, menilai dialog tersebut merupakan momen penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, kepolisian, dan organisasi buruh. Ia menekankan pentingnya mencari solusi terbaik terkait substansi RUU Ketenagakerjaan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Kapolri yang menghadiri dialog ini. Beliau mendengarkan langsung aspirasi kami mengenai RUU Ketenagakerjaan. Harapan kami adalah agar pembahasan undang-undang ini dapat berjalan lancar dan mengakomodasi semua pihak yang berkepentingan,” ungkap Andi Gani.
Andi Gani menegaskan bahwa KBPBI akan terus mengedepankan pendekatan diplomasi dalam mengawal proses pembahasan RUU Ketenagakerjaan bersama DPR dan pemerintah. Ia percaya bahwa komunikasi yang baik akan menjadi modal penting dalam menghasilkan regulasi yang dapat melindungi pekerja dan sekaligus menjaga iklim investasi.
Sebagai respons terhadap aspirasi tersebut, Kapolri menyatakan kesiapannya untuk mendukung terwujudnya komunikasi konstruktif antara semua pemangku kepentingan. Listyo menganggap dialog sebagai langkah penting dalam menyelesaikan berbagai masalah ketenagakerjaan, sehingga dapat menghasilkan regulasi yang seimbang.
“Kami siap menjadi jembatan untuk menyampaikan poin-poin penting yang diharapkan bisa diselesaikan bersama. Kami ingin agar revisi undang-undang ini menciptakan keseimbangan antara pengusaha, buruh, dan pengawas agar semua pihak merasa diuntungkan,” ujarnya.
Kapolri menekankan perlunya pengawalan proses pembahasan RUU Ketenagakerjaan secara bertanggung jawab. Ia menyadari hak buruh untuk mengungkapkan aspirasi, namun mengingatkan agar semua dilakukan dengan tertib dan damai.
“Saya memahami bahwa buruh akan turun untuk mengawasi proses ini. Namun, saya ingatkan untuk melaksanakannya secara terukur dan menjaga ketertiban. Kita ingin Indonesia tetap aman dan bersama-sama mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Listyo.
Revisi RUU Ketenagakerjaan diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah hubungan industrial, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di kancah global dengan menciptakan hubungan harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
“Mari kita kawal bersama agar perjuangan buruh dapat terlaksana dengan baik, aman, dan tertib tanpa ada tindakan yang merugikan,” tutup Kapolri.
Leave a Reply